PAYAKUMBUH – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Payakumbuh menunjukkan komitmen tinggi dalam mengawal roda pembangunan dan tata kelola pemerintahan. Pada Kamis (4/6/2026), personel Bappeda bergerak serentak dan berbagi tugas demi menuntaskan enam agenda penting yang berlangsung secara simultan, mulai dari pembenahan basis data digital, penanggulangan kemiskinan, isu lingkungan, hingga kesiapan adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI). Pembagian tim ini dilakukan agar seluruh target capaian makro daerah dan pemenuhan dokumen administratif dapat berjalan efektif dan tepat waktu.
Berikut adalah enam agenda strategis yang berhasil dikawal oleh jajaran personel Bappeda Kota Payakumbuh pada Kamis (4/6/2026):
1. Desk Verifikasi Data Evaluasi RKPD pada Aplikasi SIPD
Bertempat di Ruang Litbang dan Evaluasi Bappeda, Bidang Litbang dan Evaluasi memimpin langsung giat Desk Verifikasi Data Evaluasi kondisi tahun 2025. Agenda ini diikuti oleh seluruh admin SIPD Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Payakumbuh.
Langkah ini diambil guna menindaklanjuti Surat Kementerian Dalam Negeri Nomor 600.3.4/3929/Bangda terkait fasilitasi Ranperda RKPD Tahun 2027 berbasis SIPD. Melalui desk ini, Bappeda memacu percepatan dan kelengkapan input data evaluasi hasil RKPD Tahun 2025 hingga Triwulan I 2026 yang sebelumnya belum selaras, demi meningkatkan nilai keterisian pengendalian dan evaluasi (dalev) daerah.
2. Penajaman Dokumen Penanggulangan Kemiskinan (RPKD 2025-2029)
Pada waktu yang bersamaan, Tim Penyusunan Dokumen Penanggulangan Kemiskinan Kota Payakumbuh menggelar Rapat Pembahasan Hasil Review Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Tahun 2025-2029 di Ruang Rapat Lantai II Bappeda.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Gubernur Provinsi Sumatera Barat Nomor: 000.7/378/V/Eko-SDA/Bappeda-2026 tertanggal 23 Mei 2026. Dalam rapat ini, masing-masing koordinator bab menyampaikan perbaikan dokumen berdasarkan hasil reviu provinsi guna melahirkan dokumen RPKD yang lebih berkualitas dan tepat sasaran.
3. Penilaian Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Sumbar
Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong kreativitas berbasis kearifan lokal, perwakilan Bappeda turut mendampingi Tim Penilai Akademik dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat. Agenda ini difokuskan pada proses Penilaian Kompetisi Inovasi TTG Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026, di mana inovasi-inovasi unggulan dari Payakumbuh kembali diuji di tingkat regional.
4. Atasi Krisis Sampah: Pembahasan FS dan DED Sanitasi TPST Skala Kota
Merespons urgensi pengelolaan lingkungan pasca-longsornya TPA Regional akhir 2023 lalu, Bappeda bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menghadiri rapat koordinasi virtual via Zoom Meeting bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) / BPBPK Kementerian PUPR dan Pemprov Sumbar.
Rapat ini membahas reviu Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) baru di Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Payakumbuh Selatan (lahan ex-breeding farm seluas ±2,97 ha). Proyek bernilai ekonomis tinggi ini direncanakan berjalan dua tahap dengan mengombinasikan teknologi modern Black Soldier Fly (BSF), composting, dan Refuse Derived Fuel (RDF) yang akan menyuplai bahan bakar alternatif ke PT Semen Padang selaku offtaker.
5. Penguatan Pelayanan Publik lewat Koordinasi Penerapan SPM 2026
Guna memastikan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat terpenuhi sesuai standar nasional, personel Bappeda juga membagi tim untuk menghadiri Zoom Meeting Koordinasi Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2026.
Kegiatan yang berpusat di Ruang Riza Falepi Kantor Wali Kota Payakumbuh ini merujuk pada surat Ditjen Bina Bangda Kemendagri Nomor 600.4.3983/Bangda. Giat ini mewajibkan perangkat daerah pengampu SPM (Pendidikan, Kesehatan, PUPR, Perkim, Sosial, Satpol-PP, dan BPBD) bersinergi dalam menata dokumen dan laporan penerapan SPM secara terintegrasi.
6. FGD Penerapan AI dalam Evaluasi Akuntabilitas Kinerja (AKIP) Tahun 2026
Langkah progresif diambil oleh Tim SAKIP Kota Payakumbuh—yang di dalamnya diperkuat oleh unsur Bappeda, Inspektorat, BKPSDM, Diskominfo, dan Bagian Organisasi. Tim menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam Evaluasi AKIP Tahun 2026 di Ruang Asisten Administrasi Umum Setdako.
Kementerian PANRB bekerja sama dengan Universitas Indonesia kini tengah mengembangkan sistem Evaluasi Laporan Hasil Evaluasi (LHE) SAKIP berbasis AI demi evaluasi yang lebih objektif dan cepat. Dalam FGD ini, Tim Payakumbuh ditekankan untuk mulai bermigrasi dari dokumen berbentuk PDF Scan menuju PDF Text (searchable) agar data perencanaan hingga evaluasi internal dapat terbaca secara optimal oleh sistem pintar tersebut.
Melalui koordinasi yang solid dan pembagian tugas yang merata ini, Bappeda Kota Payakumbuh optimistis seluruh target pembangunan, pembenahan tata kelola digital, serta penyelesaian krisis infrastruktur perkotaan dapat diakselerasi dengan baik demi kesejahteraan masyarakat Kota Payakumbuh. (DS)