HUT ke 51 Kota Payakumbuh

Selamat Hari Ulang Tahun KOTA PAYAKUMBUH ke 51

(17 Desember 1970 - 17 Desember 2021)

 

"TUMBUH, BANGKIT dan MENANG"

 

Link resmi sosial media Bappeda Kota Payakumbuh
Facebook : @BappedaPayakumbuh
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC3KukKa6e4gUYCWo7PKlvcA atau melalui pencarian : Bappeda Kota Payakumbuh

Info-info perencanaan, penelitian dan pengembangan lainnya : https://bappeda.payakumbuhkota.go.id

Ini Dia 5 Teknik Penting Cara Menanam Semangka

Semangka adalah tanaman merambat yang berasal dari daerah setengah gurun di Afrika bagian selatan. Tanaman yang bernama latin Citrullus lanatus var.lanatus ini masih sekerabat dengan labu-labuan, melon dan ketimun. Semangka biasa dipanen buahnya untuk dimakan segar atau dibuat jus.  Siapa yang tidak suka dengan buah semangka ? Buah ini tidak hanya menyegarkan dan enak dinikmati, tapi juga sangat baik untuk kesehatan. Semangka memiliki kandungan rendah karbohidrat dan kalori serta tinggi serat, asam amino seperti l-citrulline dan karotenoid seperti likopen. Dalam segelas jus semangka hanya memiliki 46 kalori tapi kaya akan vitamin C, vitamin A, serta sejumlah senyawa tanaman yang sehat lainnya.

 

Semangka merupakan jenis tanaman generatif yang berkembang biak melalui biji. Jumlah biji dalam satu buah semangka cukup banyak, sehingga keberadaan biji tersebut mengurangi ke”syahduan” saat mengkonsumsi buah ini. Nikmatnya daging buah yang manis sering terganggu dengan pahitnya rasa biji semangka yang “tergigit” tanpa sengaja. Pertimbangan “kenyamanan” konsumen kemudian menjadi latar belakang munculnya gagasan rekayasa semangka tanpa biji. Semangka non-biji (seedless) pada dasarnya merupakan inovasi melalui rekayasa genetika. Secara genetis, semangka non-biji mempunyai susunan khromosom triploid (3N), sedangkan semangka berbiji mempunyai susunan khromosom diploid (2N). Penelitian semangka non-biji dimulai oleh Jepang pada tahun 1938 dengan ahli pemulia tanamannya yang terkenal yaitu Profesor Hitoshi Kihara dan Dr. Norio Kondo. Pada tahun 1950-an petani Jepang sudah mulai membudidayakan semangka non-biji, sedangkan Amerika baru mulai menelitinya. Namun akhir-akhir ini Taiwan muncul sebagai kekuatan baru di sektor industri benih hibrida unggul, sehingga tidaklah mengherankan apabila benih-benih semangka berbiji maupun non-biji yang beredar dipasaran saat ini berasal dari Taiwan. Yah untuk urusan biji semangka saja manusia terus berinovasi agar menghasilkan nilai tambah baik untuk kepentingan kepuasan konsumen maupun untuk keperluan pembudidaya agar mendapatkan benih dari biji yang berkualitas tinggi. 

 

Cara Menanam Semangka Kuning di Polybag | KampusTani.ComPada awalnya Semangka kuning adalah mutasi alami. Dalam kondisi tertentu terdapat buah semangka yang mengalami kekurangan kandungan likopen sehingga membuatnya berwarna kuning. Likopen adalah senyawa yang memproduksi pigmen kemerahan pada buah maupun sayur, termasuk semangka merah. Secara naluriah manusia cenderung tertarik dengan hal-hal baru, kecendrungan inilah yang diekplotasi dalam strategi bisnis. Saat ditemukan Semangka bewarna kuning, ini menjadi daya tarik sehingga menyebabkan permintaan konsumen jadi meningkat dan tentu harganya menjadi lebih mahal ketimbang semangka merah.  Melihat peluang pasar dan harga yang lebih tinggi semangka kuning kemudian dikembangkan menjadi varietas baru. Kalau umur kita sama panjang, mungkin suatu saat kita akan bertemu dengan semangka warna ungu atau jingga…

Ternyata “utak atik gathuk” manusia terhadap semangka tidak terbatas soal  biji dan warna saja, berikut beralih ke soal bentuk. Pada tahun 1990an, Zentsuji, seorang petani semangka di Negeri Matahari Terbit , melakukan eksperimen membuat semangka kotak. Latar belakang ide membuat semangka kotak adalah; semangka bulat akan boros tempat ketika diangkut dan disimpan dalam cold stroage. Dengan bentuk kotak (kubus), buah semangka menjadi ringkas dalam mobil boks dan cold stroage. Tetapi semangka kotak tidak mungkin diperoleh melalui rekayasa genetika seperti halnya menciptakan semangka tanpa biji. Maka Zentsuji pun ”memasung” tiap buah semangka di ladangnya dengan kotak kaca sejak masih pentil. Karena terdesak kotak kaca, maka pertumbuhan tidak menjadi bulat melainkan kubus. Bahan kaca dipilih sebagai ”pemasung”, untuk tetap memberikan warna alamiah kulit buah. Inovasi ini ternyata bukan saja menghasilkan kemudahan dalam pengangkutan dan penyimpanan tapi lebih dari itu semangka kotak menjadi buah yang menarik, unik dan bernilai jual tinggi. Di Jepang Semangka Kotak dihargai 1,2 juta rupiah per buah, bandingkan dengan Semangka bulat yang di Indonesia dihargai Rp. 60.000 per buah.

Semangka di Jepang ini berbentuk kotak , WOW , sungguh aneh .