Payakumbuh — Sebuah fenomena menarik tengah terjadi di Kota Payakumbuh. Sebuah penelitian dari Tim Riset Universitas Negeri Padang (UNP) mengungkap adanya kecenderungan orang tua lebih memilih sekolah swasta dibanding sekolah negeri untuk anak-anak mereka.
Tim Riset Universitas Negeri Padang (UNP) yang diwakili Prof. Dr. Abna Hidayati menyampaikan hasil penelitian terkait hal tersebut dalam acara FGD pada 11 September 2025 di Aula Bappeda, dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Bappeda, dan tim peneliti UNP. Studi ini bertujuan menganalisis faktor-faktor di balik keputusan orang tua dalam memilih sekolah anak dan memberikan rekomendasi kebijakan terhadap pemerintah daerah .
Berdasarkan hasil awal FGD yang telah dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2025, beberapa faktor utama diidentifikasi sebagai penyebab menurunnya minat terhadap sekolah negeri di Payakumbuh. Salah satunya adalah letak geografis sekolah dan kepadatan sekolah di satu area yang dapat menyebabkan kekurangan murid di beberapa SD negeri. Di sisi lain, angka kelahiran yang rendah juga berkontribusi pada menurunnya jumlah anak usia sekolah, yang membuat persaingan antar sekolah semakin ketat. Selain itu, reputasi sekolah menjadi faktor penting bagi orang tua. Beberapa sekolah negeri dianggap kurang memiliki daya tarik, terutama karena lingkungan dan lokasinya yang dianggap tidak strategis. Kurangnya inovasi dan pengembangan program oleh kepala sekolah juga disebut-sebut sebagai penyebab ketidakmampuan sekolah negeri bersaing. Sebaliknya, sekolah swasta menawarkan program unggulan yang menarik bagi orang tua. Ini termasuk jam belajar yang lebih panjang, kurikulum agama yang intensif, serta layanan yang lebih responsif, seperti grup WhatsApp untuk komunikasi dengan orang tua. Layanan hingga sore hari juga menjadi daya tarik bagi orang tua yang bekerja.
Paradigma di masyarakat mengenai "sekolah favorit" juga sulit dihilangkan, membuat orang tua lebih cenderung memilih sekolah swasta dengan harapan perkembangan karakter anak yang lebih baik.
Faktor sosial-budaya ditemukan sebagai pengaruh paling dominan dan signifikan dalam keputusan memilih sekolah.
Para peneliti dari Tim Riset Universitas Negeri Padang (UNP) menemukan bahwa harapan orang tua terhadap perkembangan karakter anak yang lebih baik menjadi alasan utama, terutama dengan adanya program unggulan berbasis agama di sekolah swasta. Selain itu, paradigma "sekolah favorit" di masyarakat juga sulit dihilangkan, membuat sekolah negeri kesulitan bersaing.
Meskipun faktor ekonomi secara statistik tidak signifikan, penelitian ini mengungkap bahwa layanan tambahan seperti jam belajar yang lebih panjang dan layanan responsif menjadi daya tarik bagi orang tua yang sibuk. Selain itu, faktor lingkungan, seperti lokasi dan reputasi sekolah, juga memiliki pengaruh yang signifikan, meski tidak sebesar faktor sosial-budaya.
Menanggapi fenomena ini, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sudah mengambil langkah strategis dengan mengadopsi beberapa program unggulan sekolah swasta. Beberapa sekolah negeri kini telah menambahkan program seperti tahfiz dan menerapkan praktik sambutan guru kepada murid setiap pagi.
Selain itu, kepala sekolah dan guru didorong untuk lebih aktif mempromosikan sekolah, bahkan melakukan promosi door-to-door ke rumah orang tua. Upaya ini mulai menunjukkan hasil dengan peningkatan jumlah siswa, meski belum optimal.
Berdasarkan temuan riset, tim UNP merekomendasikan strategi yang berfokus pada penguatan aspek sosial-budaya. Pemerintah dan sekolah disarankan untuk melibatkan tokoh masyarakat dan agama dalam sosialisasi pendidikan. Program pendidikan juga harus disesuaikan dengan nilai-nilai budaya lokal agar lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Kolaborasi antara faktor sosial-budaya dan lingkungan juga perlu diperkuat, karena interaksi keduanya memperkuat keputusan memilih sekolah. Pemerintah daerah dapat membuat kebijakan berbasis komunitas, seperti sekolah dengan kearifan lokal yang didukung infrastruktur yang baik.
Riset ini menyimpulkan bahwa upaya meningkatkan minat orang tua sebaiknya fokus pada penguatan aspek sosial-budaya sebagai faktor utama, didukung perbaikan lingkungan dan intervensi ekonomi yang adil. Tim peneliti juga melihat sekolah swasta sebagai mitra dalam pengembangan pendidikan di Payakumbuh. Diharapkan pemerintah dapat mengalokasikan dana, seperti BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah), untuk mendukung pengembangan program di sekolah negeri maupun swasta. (DS)