PAYAKUMBUH – Pemerintah Kota Payakumbuh sukses menyelenggarakan rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang berlangsung maraton sejak tanggal 2 hingga 6 Februari 2026. Forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif dan tepat sasaran.
Tahun ini, Musrenbang mengusung tema strategis: "Transformasi Sosial Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing melalui Penguatan Pemberdayaan, Kualitas SDM, serta Kualitas Layanan Publik."
Sepanjang pelaksanaan Musrenbang di lima kecamatan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat aktif. Kehadiran pimpinan OPD bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memberikan tanggapan langsung terhadap usulan dari tingkat kelurahan serta ikut serta dalam membahas penentuan prioritas usulan di tingkat kecamatan. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap usulan memiliki kesesuaian teknis dan ketersediaan anggaran pada tahun 2027.
Asisten I Setdako Payakumbuh, Nofriwandi, saat membuka Musrenbang di Kecamatan Latina dan Payakumbuh Utara, memaparkan kondisi makro daerah. Meski angka kemiskinan tahun 2025 berhasil ditekan menjadi 4,95% (di bawah rata-rata provinsi), tantangan seperti pertumbuhan ekonomi yang sedikit melambat (4,53% pada 2024) dan prevalensi stunting yang masih di angka 16,4% memerlukan penanganan serius.
"Data kemiskinan dan stunting harus menjadi dasar bagi OPD untuk melakukan intervensi secara terarah melalui program-program yang benar-benar mendesak," tegas Nofriwandi.
Mengingat adanya pengurangan transfer dana ke daerah, Pemerintah Kota menekankan pentingnya skala prioritas. Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp200 juta per kelurahan diarahkan secara spesifik untuk tiga hal: penanggulangan stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, dan pengendalian inflasi.
Pemko juga terus mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemilahan organik dan anorganik. Selain itu, upaya pembangunan kembali pusat pertokoan yang terbakar akhir tahun lalu diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga Payakumbuh.
Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal hasil Musrenbang ini. "Kami akan memastikan aspirasi yang masuk melalui proses bottom-up ini terakomodasi dalam RKPD 2027 dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah," ujarnya saat menutup rangkaian Musrenbang di Payakumbuh Utara.
Dengan berakhirnya Musrenbang tingkat kecamatan ini, langkah selanjutnya adalah Forum Perangkat Daerah untuk penyempurnaan rancangan awal Renja Perangkat Daerah menjadi RENJA dan selanjutnya berkaitan dengan penyusunan rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. (DS)
Murenbang Kecamatan Latina, 2 Februari 2026
Murenbang Kecamatan Payakumbuh Selatan, 3 Februari 2026
Murenbang Kecamatan Payakumbuh Barat, 4 Februari 2026
Murenbang Kecamatan Payakumbuh Timur, 4 Februari 2026
Murenbang Kecamatan Payakumbuh Utara, 5 Februari 2026