//
Jaring Inovator Andal, Bappeda Kota Payakumbuh Gelar Penilaian Tahap I Lomba Karya Inovasi dan TTG 2026

Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) resmi memulai proses penilaian Tahap I (Proposal) untuk ajang Lomba Karya Inovasi dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kota Payakumbuh Tahun 2026. Rapat penilaian yang menandai bangkitnya gairah inovasi di Kota Randang ini dilaksanakan pada hari Kamis (21/5) pukul 08.30 WIB.

Setelah melalui masa pendaftaran yang dibuka pada 1 hingga 15 Mei 2026 lalu, tercatat sebanyak 7 proposal inovasi dari kategori Umum dan Pelajar (SMP & SLTA Sederajat) siap bertarung untuk memperebutkan predikat terbaik.

Proses penilaian proposal ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat (21-22 Mei 2026). Guna menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi, Litbang Kota Payakumbuh menggandeng Tim Penilai dari Litbang Provinsi Sumatra Barat secara daring, serta menghadirkan langsung Tenaga Ahli Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TA TTG) dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Pada hari pertama, Kamis (21/5), tim juri berfokus penuh untuk membedah dan menilai proposal yang masuk dalam Kategori Sekolah. Selanjutnya, seluruh proposal yang masuk akan diserahkan kepada tim penilai untuk disaring dan ditentukan mana saja yang layak melaju ke tahap berikutnya, yaitu presentasi dan verifikasi langsung di lapangan.

Ajang tahun ini terasa sangat spesial. Perwakilan TA TTG DPMD, Ibu Ayu, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam mewadahi kreativitas masyarakatnya.

"Kami sangat mengapresiasi Kota Payakumbuh. Meski sempat vakum selama satu tahun, kota ini membuktikan mampu bangkit lagi. Payakumbuh tetap konsisten melahirkan inovasi meskipun sempat dihadapkan pada situasi pasca-Covid dan kebijakan efisiensi anggaran. Kreativitas siswa dan masyarakat di sini patut diacungi jempol," ujar Ibu Ayu di sela-sela penilaian.

Terkait mekanisme penilaian proposal, Ibu Ayu menjelaskan bahwa tim penilai menggunakan sistem checklist yang berbasis pada tiga esensi utama, yaitu:

  1. Rasionalitas: Kelogisan pemikiran dan rancangan alat/inovasi yang diajukan.
  2. Orisinalitas: Keaslian karya dan bukan merupakan plagiasi.
  3. Potensi Kebermanfaatan: Seberapa besar dampak dan manfaat langsung inovasi tersebut bagi masyarakat Payakumbuh.

Ketiga aspek penting tersebut wajib tertuang secara jelas dan terstruktur di dalam proposal yang diajukan oleh para peserta. Melalui kompetisi ini, diharapkan Kota Payakumbuh dapat menjaring inovator-inovator handal yang siap membawa daerah ke arah pembangunan yang lebih maju, efektif, dan berbasis teknologi tepat guna dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Payakumbuh. (DS)

Description: C:\Users\LENOVO\Downloads\WhatsApp Image 2026-05-21 at 09.33.47.jpeg

Description: C:\Users\LENOVO\Downloads\WhatsApp Image 2026-05-21 at 09.33.46.jpeg