PAYAKUMBUH – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Payakumbuh menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah (PD) dalam rangka penyempurnaan penyusunan Rancangan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 yang terintegrasi dengan Forum Konsultasi Publik (FKP) Pelayanan Publik Bappeda Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat pada Kamis (19/02) di Aula Rapat Lantai 2 Bappeda Kota Payakumbuh.
Forum ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah dengan kebutuhan masyarakat dan target makro pemerintah. Kepala Bappeda Kota Payakumbuh, Drs. Syafwal, MM, menegaskan bahwa forum ini bertujuan menampung masukan dari seluruh stakeholder, termasuk perangkat daerah dan perwakilan fasilitator kelurahan (faskel) perencana, guna menyempurnakan dokumen rencana kerja Bappeda untuk tahun 2027.
Penyusunan Renja 2027 mengacu pada tema besar pembangunan daerah, yaitu: “Transformasi Sosial Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing Melalui Penguatan Pemberdayaan, Kualitas SDM serta Kualitas Layanan Publik”.
Dalam paparannya, Drs. Syafwal, MM menekankan lima prioritas pembangunan daerah tahun 2027, antara lain:
- Peningkatan SDM yang berakhlak mulia, sehat, berkualitas, dan berdaya saing.
- Peningkatan perekonomian yang berkualitas dan unggul berbasis produk unggulan serta inovasi.
- Peningkatan Kualitas Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Yang Bersih, Akuntabel Serta Berkualitas
- Peningkatan Tata Kehidupan Sosial Dan Budaya Kemasayarakatan Berdasarkan Falfasah Adat Basandi Syara’ – Syara’ Basandi Kitabullah.
- Peningkatan pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan.
Bappeda Kota Payakumbuh menetapkan beberapa indikator kinerja kunci untuk periode ini. Beberapa target utama yang dikejar hingga tahun 2027 meliputi pencapaian Indeks Perencanaan Pembangunan Daerah dengan target 91,00 dan peningkatan Nilai Evaluasi AKIP komponen perencanaan kinerja menjadi 26,02.
Strategi pencapaian target pembangunan ini dilakukan melalui pembagian peran spesifik antarbidang di Bappeda guna mengawal Visi-Misi RPJMD 2025-2029 secara terukur. Bidang Sosial Budaya memegang peran sentral dalam mewujudkan SDM berkualitas, tata kelola pemerintahan yang profesional, serta penguatan nuansa imani berbasis budaya dan adat. Sementara itu, Bidang Ekonomi dan Perencanaan Makro bertanggung jawab menciptakan iklim ekonomi yang kompetitif, yang disinergikan dengan upaya Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah dalam mewujudkan sarana perkotaan yang humanis, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Seluruh pencapaian visi-misi tersebut diperkuat oleh Bidang Litbang dan Evaluasi yang bertugas mengoordinasikan penyediaan data akurat, analisis kelitbangan yang tajam, serta pengembangan inovasi berkelanjutan sebagai fondasi pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.
Selain itu, forum ini juga mengevaluasi capaian indikator makro tahun 2025 sebagai dasar pijakan. Tercatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Payakumbuh berada pada angka 81,62, yang merupakan peringkat ke-3 di Sumatera Barat. Angka kemiskinan juga menunjukkan tren positif dengan penurunan hingga mencapai 4,95% pada tahun 2025.
Untuk merealisasikan target tersebut, Bappeda merencanakan pelaksanaan tugas dan fungsi melalui 5 program utama, 17 kegiatan, dan 72 sub-kegiatan dengan total pagu anggaran sebesar Rp24.150.066.534. Program-program tersebut meliputi:
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah.
- Program Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah.
- Program Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah.
- Program Penelitian dan Pengembangan Daerah.
- Program Riset dan Inovasi Daerah.
Sejalan dengan pelaksanaan FKP Standar Pelayanan Publik, Bappeda berkomitmen meningkatkan kualitas layanan melalui sasaran strategis seperti peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan Indeks Pelayanan Publik (IPP). Forum ini juga menekankan pentingnya keselarasan perencanaan dengan program unggulan Provinsi Sumatera Barat dan prioritas nasional, termasuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan peningkatan kualitas SDM.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Forum Renja Bappeda 2027 dan Berita Acara FKP Standar Pelayanan Publik Bappeda Tahun 2026 sebagai simbol kesepakatan bersama rencana kerja Bappeda dalam membangun Kota Payakumbuh yang lebih inklusif dan berdaya saing (DS).